Skip navigation

Pidato dikatakan menarik apabila perhatian pendengar betul-betul terpusat pada orator. Perhatian terpusat pada orator karena tema pidato yang aktual, isinya yang menarik, di samping cara menyampaikannya yang tepat pula.
Pada dasarnya sistematika pidato sangat sederhana, yaitu terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup. Pada bagian pembukaan, orang cenderung menyampaikan hal-hal yang umum, misalnya : ucapan penghormatan pada hadirin secara berjenjang; ucapan rasa syukur pada Tuhan; dan sebagainya yang sifatnya hanya basa-basi. Padahal, pada bagian inilah ada sebuah kesempatan bagi pembicara untuk membangun sebuah image agar pendengar tertarik untuk mengikuti pidato dengan antusias. Pada bagian ini pembicara bisa mempengaruhi emosi pendengar. Pada bagian ini pembicara bisa memberikan sebuah pengantar sebelum menuju isi. Pengantar dapat berupa anekdot, peribahasa, pantun, slogan-slogan, contoh-contoh peristiwa yang sesuai dengan tema pidato. Misalnya, hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri. Peribahasa ini bisa dijelaskan dulu maknanya dan bisa digunakan untuk menghantar pidato yang temanya cinta tanah air. Demikian seterusnya, teknik menarik simpati pendengar perlu dilakukan agar pidato tidak sia-sia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: