Skip navigation

PENULISAN/PENYUSUNAN DAFTAR PUSTAKA

Unsur-unsur daftar pustaka meliputi:

  1. nama pengarang yang dikutip secara terbalik;
  2. judul buku, termasuk judul tambahannya;
  3. data publikasi, yang meliputi: penerbit, kota tempat terbit, tahun terbit;
  4. untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkuan, nama majalah/koran, jilid, dan tahun penerbitan.

 

Contoh:

Kosasih, Engkos. 2003. Kompetensi Ketatabahasaan, Cermat Berbahasa Indonesia.Bandung: Yrama Widya.

 

1)    Nama keluarga (Kosasih) ditulis lebih dulu, kemudian diikuti nama kecilnya (Engkos).

  1. Jika buku itu disusun oleh dua pengarang, nama pengarang kedua tidak dibalikkan.

Contoh:

Partowidjojo, Sudjadi dan Bambang Irawan. 1999. Teknik Menulis Skenario Film. Madiun: Gemar Pustaka.

  1. Jika buku itu disusun oleh banyak orang, nama pengarang pertama yang dicantumkan dan setelahnya diberi keterangan dkk, yang artinya ‘dan kawan-kawan’.

Contoh:

Sudarso, Caca dkk. 1992. Surat-Menyurat dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

  1. Jika buku itu disusun oleh lembaga, nama lembaga dipakai menggantikan nama pengarang.

Contoh:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Kedua). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

  1. Jika buku itu merupakan editorial (bunga rampai), nama editor itu yang dipakai. Di belakang nama editor diberi keterangan (ed), ‘editor’

Contoh:

Rumadi, A. (ed). 1991. Kumpulan Drama Remaja. Jakarta: PT Gramedia.

  1. Nama gelar pengarang lazimnya tidak dituliskan.
  2. Misalnya: Prof. Dr. Suparno Hadiwidjojo, jika dituliskan dalam daftar pustaka, semua gelar tidak dicantumkan. Penulisannya adalah: Hadiwidjojo, Suparno. 1991. Dst.
  3. Daftar pustaka disusun alfabetis berdasarkan urutan huruf awal nama belakang pengarang.

Contoh:

DAFTAR PUSTAKA

 

Hutabarat, dkk. 1990. Korespondensi Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud.

 

Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. 2002. Arsip Surat-surat.

 

Muhammad, Abulkadir. 1992.Perjanjian Baku dalam Praktik

Perusahaan Dagang. Bandung: Citra Adyta Bakti.

 

Pusat Bahasa.2005. Buku Praktis Bahasa Indonesia 1 dan 2. Jakarta: Pusat Bahasa.

 

Sudarso, Caca dkk. 1992. Surat-Menyurat dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat bahasa.

 

2)   Tahun terbit ditulis setelah nama pengarang.

3) Judul buku diberi garis bawah atau dicetak miring. Jika buku tersebut   merupakan terjemahan, setelah judul buku diberi keterangan ‘terjemahan’.

Contoh:

Prasmadji, R.H. 1984. Teknik Menyutradarai Drama Konvensional (terjemahan). Jakarta: Balai Pustaka.

 

4)  Jika ada sumber lain, misalnya sumber bacaan atau sumber foto, cukup dituliskan:

Sumber bacaan: liputan6.com, Kompas. Dst

Sumber foto: http://www.wikimedia.co.id

5)  Jika menulis kutipan dari sumber tertulis, sumber diletakkan di belakang kutipan. Contoh:

Argumentasi itu tidak lain daripada usaha untuk mengajukan bukti-bukti atau menentukan kemungkinan-kemungkinan untuk menyatakan sikap atau pendapat mengenai suatu hal (Gorys Keraf, 1989: 3).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: